Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK) untuk pembelajaran dan pengembangan diri

      Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau yang lebih populer dengan sebutan Information and Communication Technology (ICT) sudah semakin berkembang serta memberikan pengaruh terhadap berbagai bidang. (Bambang Warsita 2006), berpendapat bahwa perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah mencapai gelombang yang ketiga. Gelombang pertama timbul dalam bentuk teknologi pertanian. Gelombang kedua timbul dalam bentuk teknologi industri. Kini, gelombang ketiga yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi elektronika dan informatika.         Dunia pendidikan saat ini mulai mengintegrasikan teknologi pada berbagai aspek termasuk dalam pembelajaran. Kebijakan pendidikan diarahkan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sehingga mampu mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan global. Dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pada pembelajaran setidaknya pendidik mampu menguasai ...

Pembelajaran yang mendidik dan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran

 Prinsip-prinsip Pembelajaran Model Reflektif

Prinsip pembelajaran adalah dasar atau asas yang dijadikan landasan dalam melaksanakan pembelajaran. Prinsip pembelajaran model reflektif dibangun berdasarkan pada pemikiran tentang hakikat berfikir reflektif. Adapun prinsip-prinsip yang harus ditempuh untuk mengimplemantasikan pembelajaran model reflektif adalah sebagai berikut:

1. Dasar interaksi pembelajaran antara guru dan peserta didik adalah kasih sayang. Kasih sayang merupakan dasar pertama yang harus ditumbuhkan pada guru dan anak ketika akan melangsungkan proses pembelajaran.

2. Sikap dan perilaku guru harus mencerminkan nilai yang dianut atau dirujuk oleh sekolah. Dasar interaksi yang kedua adalah keteladanan guru. Apa yang dilakukan oleh guru harus mencerminkan/sesuai dengan nilai yang ingin diperkuat pada diri anak. 

3. Pandangan guru terhadap peserta didik adalah subjek yang sedang tumbuh dan berkembang yang pertumbuhan dan perkembangannya terkait dengan peran guru. Dalam hal ini, guru perlu untuk berfikir dan merasa bahwa apa pun kondisi yang dimiliki dan dialami dan merasa bahwa apapun kondisi yang dimiliki yang cukup kuat terhadap tumbuh kembangnya perilaku anak.

1. Sistem Pembelajaran Reflektif

Given (Dharma, 2007:301) menjelaskan sistem pembelajaran reflektif merupakan sistem paling canggih, meskipun sistem ini paling ahir berkembang. Sistem ini adalah yang terahir berkembang sempurna dalam masa hidup seseorang. Pembelajaran reflektif berurusan dengan fungsi otak dan tubuh seperti pemikiran tingkat tinggi dan pemecahan masalah. Pada saat ini sistem reflektif secara mental menghidupkan kembali masa lalu sambil memikirkan masa depan.

Menurut Perkins (Dharma, 2007:302) sistem reflektif memungkinkan kita menjadi apapun yang kita mampu jika kecerdasan reflektif dipupuk dan dikembangkan dengan serius.

Adapun makna dari kalimat diatas, Praktek pembelajaran reflektif adalah bagian dari proses pembelajaran dan perkembangan: Saya menjadi sadar dari pengalaman saya berikutnya, merefleksikan dan mengevaluasi ini dalam kaitannya dengan pengalaman saya yang lain dan memperkuat atau merevisi pengetahuan diri saya.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa sistem pembelajaran reflektif (reflective learning) adalah sistem pembelajaran dimana guru memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan analisis atau pengalaman individual yang dialami dan memfasilitasi pembelajaran dari pengalaman tersebut. Pembelajaran reflektif juga mendorong peserta didik untuk berpikir kreatif dan reflektif, mempertanyakan sikap dan mendorong kemandirian pembelajar. Pembelajaran reflektif melihat bahwa proses adalah produk dari berpikir dan berpikir adalah produk dari sebuah proses

Aspek tentang siapa diri kita yang bisa dipelajari dan diraih ini sebagai perangkat pikiran (mindware). Perangkat pikiran adalah semua hal yang bisa dipelajari manusia yang membantu mereka mengatasi berbagai masalah, membuat keputusan, memahami konsep yang sulit dan melaksanakan tugas intelektual lain yang membebani dengan lebih baik. Kecermatan berpikir dan pemikiran reflektif perlu dipupuk karena keduanya benar-benar merupakan kecerdasan yang bisa dipelajari. Given (Dharma, 2007:304) menyatakan bahwa ”sistem pembelajaran reflektif berfungsi terbaik ketika diajarkan strategi reflektif ”.

Menurut Perkins (Dharma, 2007:304) menyatakan bahwa upaya meningkatkan pemikiran dan pembelajaran reflektif dengan menghindari lubang-lubang kognisi sebagai berikut:

1. Luangkan waktu secukupnya untuk memecahkan masalah, kumpulkan bukti yang lengkap, hindari penilaian tergesa-gesa.

2. Kembangkan keterbukaan pikiran agar dapat melihat ke luar dari posisi keyakinan diri yang menumbuhkan egoisme.

3. Pertimbangkan setiap tujuan dan pandangan altrernatif secara obyektif.

4. Buat beberapa interpretasi dan sudut pandang sebelum mengambil keputusan. 

5. Hentikan prilaku-prilaku otomatis dan pikirkan kembali tindakan yang sudah menjadi kebiasaan.

6. Ingat, setiap orang melihat hal yang sama melalui lensa pengalamannya sendiri. 7. Tarik kesimpulan dari bacaan.

8. Kembangkan argumen tertulis yang meyakinkan dan tersusun dengan baik.

 9. Cobalah membuat parafrase dari berbagai konsep kunci sains dan matematika. 

10. Carilah dan berpikirlah dalam bentuk pola.

Enam langkah proses pembelajaran reflektif menurut Tebow (2008) sebagai berikut:

 Langkah 1: Sebuah rasa ketidaknyamanan batin Selama tahap pertama ini, pelajar merasa sebuah kesadaran bahwa sesuatu yang tidak cocok ada di dalam diri mereka.

 Langkah 2: Identifikas dan klarifikasi dari perhatian Identifikasi masalah sepenuhnya berbasis diri. Individu menjadi menyadari masalah ini dan ini menyebabkan perubahan cara pandang seseorang berdasarkan pengalaman diri sendiri.

 Langkah 3: Keterbukaan terhadap informasi baru Keterbukaan terhadap informasi baru dari sumber internal dan eksternal, dengan kemampuan untuk mengamati dan mengambil dari berbagai perspektif. Kegiatan ini termasuk berbicara secara terbuka dengan orang lain, melihat keputusan yang mungkin dari semua pihak, membaca literatur terkait dan tidak terkait dengan masalah yang di hadapi dan bertanya pertanyaan sulit pada diri sendiri.

Langkah 4: Resolusi Tahap ini adalah tahap bantuan dalam proses pembelajaran reflektif. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

INTEGRAL TAK TENTU

Ruang Lingkup Profesi Keguruan

sasaran sikap profesional dan pengembangan sikap profesional (Case method)